FOTOPERIODISME
Pergantian musim memegang peranan penting dalam siklus tumbuhan, terutama pada tumbuhan yang berada di daerah empat musim. Tumbuhan di daerah tersebut harus dapat mendeteksi keadaan lingkungan untuk tumbuh dan berkembang. Misalnya pembungaan, pembuahan dan perkecambahan harus dilakukan pada musim tertentu yang baik bagi tumbuhan. Lalu, bagaimanakah tumbuhan dapat mengetahui keadaan lingkungannya. Rangsangan yang digunakan tumbuhan untuk mendeteksi perubahan cuaca adalah fotoperiodik, yaitu perbedaan panjang relatif antara siang dan malam. Respon fisiologis terhadap lama waktu terang(siang) dan gelap(malam) setiap hari disebut fotoperiodisme.
Fotoperiodisme dalam mengontrol pembungaan
Berdasarkan fotoperiodisme, tumbuhan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1) Tumbuhan hari pendek (short-day plants), yaitu tumbuhan yang berbunga jika mendapat penyinaran kurang dari 12 jam per hari. Contohnya adalah tumbuhan kacang kedelai dan bunga krisan.
2) Tumbuhan hari panjang (long-day plants), yaitu tumbuhan yang berbunga jika mendapat penyinaran lebih dari 12 jam per hari. Contoh tumbuhannya adalah bayam dan gandum.
3) Tumbuhan neutral hari (neutral-day plants), yaitu tumbuhan yang waktu berbunganya tidak dipengaruhi oleh lamanya penyinaran. Contoh tumbuhannya adalah tomat dan mentimun.
gambar : perbedaan tanaman hari panjang dan hari pendek
Reseptor pada tumbuhan yang terstimulasi oleh fotoperiodisme adalah pigmen fitokrom. Fitokrom terletak pada daun dan sensitif terhadap sinar berwarna merah dari ultraviolet. Terdapat dua macam fitokrom, yaitu:
1) Pr (Phytochromer red), yaitu fitokrom yang dapat menyerap sinar merah ultraviolet dengan panjang gelombang 660 nm.
2) Pfr (Phytocrome red-far), yaitu fitokrom yang dapat menyerap sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 730 nm. Pfr merupakan bentuk aktif fitokrom yang dapat merangsang atau menghambat reaksi fotoperiodisme.
Jika tumbuhan, baik tumbuhan hari panjang maupun pendek, menerima penyinaran sesuai kebutuhannya, fitokrom akan menstimulasi produksi hormon di daun tumbuhan tersebut. Hormon yang dihasilkan akan dikirim ke seluruh bagian tubuh tumbuhan sehingga mempercepat pembungaan. Fotoperiodisme dapat menjelaskan, mengapa tumbuhan berbunga pada waktu yang berbeda dan juga dapat menjelaskan keberadaan tumbuhan yang hanya terdapat pada tempat tertentu saja.
Komentar
Posting Komentar